Video Aksi Bantu Korban Banjir Zulkifli Hasan Jadi Sorotan, Empati atau Sekadar Konten?
Oleh Admin, 7 Des 2025
Sebuah video yang diunggah Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, kembali memicu diskusi hangat di media sosial. Dalam video tersebut, Zulhas terlihat turun langsung membantu warga yang menjadi korban banjir di wilayah Sumatera tengah. Meski niatnya terlihat mulia, respons publik justru tak sejalan dengan harapan.
Rekaman itu memperlihatkan sang menteri mengangkat karung beras untuk dibagikan kepada korban, membantu membersihkan rumah warga yang tertutup lumpur, hingga meninjau aliran sungai yang menjadi sumber banjir. Semua momen tampil dengan kualitas visual yang baik dan audio yang jernih, sehingga menimbulkan kesan bahwa kegiatan tersebut direkam dengan penataan profesional.
Keramaian mulai muncul ketika video itu diunggah ke Instagram pribadinya. Dalam keterangannya, Zulhas menyampaikan narasi emosional tentang kondisi warga yang terdampak banjir, menyebut bahwa bencana di Padang tak hanya merusak rumah, tetapi juga merenggut rasa aman masyarakat. Ia pun tampak beberapa kali memeluk warga dan berdialog dengan mereka, seolah ingin menunjukkan empati dan kedekatan.
Namun respon warganet malah berbanding terbalik. Banyak yang merasa video itu terlalu rapi dan dramatis, sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa aksi tersebut sudah direncanakan layaknya konten. Komentar bernada sinis langsung memenuhi kolom komentar, seperti “Konten banget ini,” “Kamera di mana-mana ya pak,” hingga “Sesuai skrip banget.”
Tak hanya itu, sebagian warganet kembali mengaitkan rekaman tersebut dengan masa lalu Zulhas saat menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Isu kerusakan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo yang pernah mencuat di masa kepemimpinannya kembali diungkit, sehingga sejumlah orang menilai unggahan itu sebagai bentuk pencitraan untuk memperbaiki rekam jejak lama.
Fenomena seperti ini memperlihatkan betapa tajamnya pengawasan publik terhadap pejabat di era digital. Aksi sosial yang direkam terlalu sinematik kerap menimbulkan dugaan adanya motif lain di baliknya, terlebih ketika dilakukan oleh tokoh politik yang punya rekam jejak panjang. Dalam kasus Zulhas, video yang seharusnya menjadi dokumentasi aksi kemanusiaan justru memunculkan perdebatan antara empati dan pencitraan.
Masyarakat berharap bahwa bantuan bagi korban banjir tidak berhenti pada visual yang beredar di media sosial. Lebih dari sekadar konten, publik menanti langkah nyata, konsisten, dan berkelanjutan untuk memulihkan kehidupan warga yang terdampak bencana.
Artikel Terkait
Artikel Lainnya